travel umroh murah di depok +62.812.9935.8663
Mantapkan Niat Ibadah Umroh Karena Allah SWT Semata
Kun! Saya berniat umroh tahun 2016, 2017 atau 2018! Saudaraku, semoga kalimat tersebut bisa dijadikan sebagai tonggak dalam hati bahwa kita berniat sungguh-sungguh untuk melaksanakan umroh di tahun 2016, 2017 atau 2017 mendatang. Selanjutnya kita setia memelihara niat tersebut dengan berbagai action agar Allah Yang Maha Kaya, segera memberangkatkan kita berumrah ke Tanah Suci, aamiin.
Labbaik
Allahumma Labbaik
Labbaika
Laa syariika laka labbaik
Innal hamda wa nikmata laka wal-mulka
Laa syarii ka laka.
Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Tidak ada sekutu bagi-MU, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu
Tidak ada sekutu bagi-Mu
Itulah kalimat talbiyah yang perlu kita gemakan di hati kita agar niat berangkat umroh bisa terus menggelora. Kalimat tersebut juga selalu kita dengar di tanah air apabila kita menghadiri walimatussafar saudara atau tetangga yang akan berangkat ibadah umroh dan haji. Bagi mereka yang segera berangkat ke Tanah Suci, tentunya merasakan kesyahduan tersendiri saat mengumandangkannya. Hatinya akan bergetar penuh kerinduan dan syukur. Sudah terbayang di benak mereka perjalanan yang penuh nikmat ke Baitullah.
Lantas apa yang terlintas di benak kita yang baru berniat di hati dan belum bisa berangkat? Hambar? Biasa-biasa saja? Atau ada perasaan lain? Ingin menyusul mereka segera? Semoga yang terakhir adalah jaawabannya. Semoga segera bias menyusul mereka.
Bagi saya sendiri, dengan latar belakang pemahaman keislaman keluarga yang pas-pasan, krenteg ingin naik haji atau berumroh baru terbersit saat ikut ngaji di kampus Universitas Brawijaya Malang. Itu pun cuma letupan-letupan kecil yang timbul tenggelam. Hingga saya mulai bekerja keinginan itu masih redup tak terpelihara. Bahkan sering hilang dan tidak terpikir lagi sama sekali. Tertutupi oleh kesibukan mencari rejeki dunia. Ya…saya memang baru sekedar ingin. Sebuah bersitan sekedar ingin naik haji dam umroh saja. Belum menuju kata “ingin” sesungguhnya, “ingin sekali” atau “cita-cita” mau naik haji atau umroh. Apalagi menuju berniat naik haji, masih sangat jauh.
Keinginan untuk naik haji atau berangkat umroh, seberapapun kecilnya, saya kira sudah menjadi fitrah manusia. Khususnya umat muslim yang taat di seluruh planet bumi ini. Karena keinginan naik haji atau berangkat umroh merupakan panggilan hati nurani dalam upaya mendekatkan diri kepada Rabbi pemilik jiwa dan raga ini. Namun keinginan naik haji atau berangkat umroh, meski hanya sebesar biji zarrah atau sekecil atom adalah modal yang sangat berharga. Bisa dibayangkan bila kita sebagai muslim, tak secuil atom pun memiliki keinginan naik haji atau berangkat umroh. Sungguh nestapa dan mengenaskan.
Ingin berangkat umroh dalam kontek umum, memang agak beda dengan kontek judul film Emak Ingin Naik Haji. Yang pertama adalah hanya sekedar ingin. Sementara dalam film tersebut, Emak sudah memiliki keinginan yang besar. Emak sudah bercita-cita dan mematri di hatinya untuk bisa naik haji. Bahkan Emak sudah berniat naik haji, bukan sekedar ingin naik haji. Menurut saya sih…ingin berangkat umroh berbeda dengan berniat umroh. Banyak diantara kita mencampur-adukkan keduanya.
Misalnya kita ditanya seorang teman atau ustadz, “Ingin berangkat umroh, enggak?”
Jawabnya pasti kor. “Ingiiin!”
Namun saat ditanya, “Sudah berniat berangkat umroh?” Jawabnya tidak jelas, dengan beragam alasan sebagai ganti kata “belum” atau “nanti dulu”.
Ungkapan “ingin” (sekedar lamis, cuma di bibir, sebuah ungkapan datar-datar saja) berangkat umroh, menurut saya, hanya sekedar angan-angan bolong. Terwujud syukur, tidak terwujud juga tak bersedih. Tidak ada action apa-apa. Ya, mirip-mirip dengan nato (not action talk only) atau omdo (omong doang). Keinginan itu dibiarkan saja apa adanya, tanpa dirawat atau dilanjutkan dengan tindakan apapun. Meski ini pun patut disyukuri daripada hampa tak memiliki harapan sama sekali. Sementara niat, sudah masuk ke relung hati dan terpahat. Selanjutnya diikuti sebuah action. Suatu rencana tahap demi tahap sesuai kemampuannya, lahiriyah dan bathiniyah.
Langkah sederhana misalnya, ya membuka tabungan haji dan umrah. Menghadiri undangan walimatussafar tetangga, sahabat dan kolega, atau pengajian seputar haji dan umroh. Membaca buku-buku haji umroh dan mengikuti berita-berita umrah. Juga ikut (bukan ikut-ikutan) manasik haji dan umrah.
Ada yang lebih mudah lagi. Beli poster gambar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lalu pasang di tempat yang mudah dipandangi, biar kerinduan hati menggelora. Biar rasa ingin tadi berubah jadi ingin banget sehingga menggedor-gedor hati untuk mulai melangkah. Mengalami metamorphosa menjadi niat yang menggebu-gebu. Tips satu ini Anda boleh tersenyum (aneh) alias tak percaya. Tapi saran saya, coba saja lakukan! Insya Allah Anda akan memetik keajaiban.
Namun tentu saja niat ibadah umroh selalu disandarkan kepada Allah SWT semata, bukan kepada yang lain. Bukan karena hati merasa panas, ada seorang bawahan dan tetangga yang berangkat umroh. Bukan juga karena merasa malu disebabkan seluruh keluarga sudah berumroh. Atau karena ingin mendapat kedudukan di lingkungan tempat kerja, tempat dinas atau di lingkungan tempat tinggal.
Apakah ada orang berangkat umroh dan haji, karena salah satu faktor diatas? Jawabnya, selalu ada. Karena itulah tugas syaitan, untuk selalu menggoda manusia agar niat-niat mulia menjadi terbelok. Misalnya, seseorang yang mau berangkat umroh atau haji, menggelar acara walimatussafar besar-besaran. Memasang tenda dan mengundang semua tetangga dan majelis taklimnya. Nah, pada saat hari H berangkat ternyata Allah SWT menetapkan lain. Rombongan umrohnya tidak berangkat karena satu dan lain hal.
Orang tersebut merasa malu luar biasa. Sehingga beberapa hari tidak mau keluar rumah, tidak mengikuti sholat berjamaah dan selalu marah-marah kepada keluarga. Inilah salah satu ujian Allah SWT, benarkah niat kita berangkat umroh hanya karena Allah SWT? Bukan karena ingin mendapat pujian para tetangga? Niat baik memang selalau dihadang oleh pasukan syaiton.
Bagaimana, apakah Anda sudah menancapkan niat naik haji atau berangkat umroh karean Alloh SWT? Bila sudah alhamdulillah. Mari kita jaga niat tersebut dengan action nyata, sesuai kemampuan kita. Minimal seperti apa yang saya lakukan diatas. Bila untuk naik haji masih terbayang jauh, setidaknya mari kita niatkan untuk bisa berangkat umroh secepatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar